Tampilkan postingan dengan label komunikasi suami istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi suami istri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Teknologi Salah Satu Penyebab Tingginya Perceraian (Bag 2)

<LANJUTAN>

Saya memperhatikan bagaimana pola komunikasi rekan rekan yang telah berkeluarga, disekitar saya. Rata-rata saling menyapa dengan BBM/Wassap-an.

"Mas, uda makan belum?"  
"Aq msh di jln, jgn dnggu nti lm" (ini pasti ngetiknya sambil nyetir...belepotan jadinya)
"Ma ti titp bliin rkok sampoerna putih sekotak" (maksudnya: Mah nanti titip beliin rokok XXX sekotak -- ini pasti perokok beratzz soale pas nyebut bagian merek rokok aja kaga mau disingkat....bagian lain belepotan disingkat2 ga jelas)

"syangg akuu kangennn <icon love> <icon hug> <icon melet>"
 "cayanggg aq miss yuuuu....kamyu miss me opo ora"

dst.

Masih ingat apa kata Mehrabian (tulisan sebelumnya)?

Jika saya memakai pakem 7:38:55 (verbal/text: Intonasi: Body Language) dari Mehrabian maka:  
Sekalipun Anda dan pasangan aktif berceting-cetingan, berkirim icon2an, bersayang sayangan, tapi yang Anda lakukan HANYA TUJUH persen dari komunikasi yang sesungguhnya. Ketika Anda berkata "aku kangen" hanya TUJUH persen rasa kangen Anda itu tertransfer. 


Yang berbahagia adalah pasangan yang GAPTEK. Karena mereka akan saling bertelpon ketika ada jarak dan waktu memisahkan.
"sayanggggg akuuuu kangennnnn" dengan suara manja manja suram ala dangdut. (hehehehe). Norak mungkin, tapi IT WORKS better than just sending SILENT ICONS.

Tentu saja yang PALING efektif adalah ketika Anda menyatakannya FACE to FACE, dengan gesture gelayutan gelantungan dileher misalnya. Itu 100% tersampaikan messagenya. Tapi masalahnya, kalau Anda dikantor dan pasangan dikantor tentu susah laaa, mau bilang kangen atau mau nanya sudah makan atau belum harus dengan tatap muka langsung. Iya kan?

*
Dan yang menjadi masalah dikota metropolitan, serba MACET kek Jakarta ini adalah: para pekerja itu lebih memilih stay longer dikantor daripada pulang tenggo.

Artinya apa?

Artinya, komunikasi yang ideal itu JUSTRU terjadi sesama rekan sekantor (ada unsur verbal, intonasi plus body language). *Jreng jreng......yellow sign. Alert! Alert!*

Sebaliknya, dengan pasangan sendiri  (pokoknya orang orang serumah) sebenarnya justru kwalitas komunikasi paling parah (menurut standar Mehrabian/pakem komunikasi secara teori).

<NEXT: How to maximize your communication?>


Angka perceraian di Indonesia. Hasil riset Prof Mark Cammack





Teknologi Salah Satu Penyebab Tingginya Perceraian (Bag 1)


Saya akan mencoba menjelaskan relasi kedua hal diatas, teknologi yang makin maju dan angka perceraian, sepraktis mungkin dan tidak terjebak dalam kata kata/bahasa jurnal akademis.

*

Pertama harus Anda pahami benar bahwa 80 persen kegiatan manusia adalah berkomunikasi. YUP! eighty percent. SePENTING itulah komunikasi dalam hidup manusia. Satu satunya saat ketika Anda tidak berkomunikasi ya ketika tidur. (sebenarnya ketika tidurpun otak bawah sadar Anda berkomunikasi dengan otak sadar Anda.........)

Nah....Albert Mehrabian, profesor psikologi komunikasi dari UCLA menjelasan bahwa komunikasi verbal/text hanya memiliki efektifitas 7% dalam menyampaikan pesan, lalu vocal variety (intonasi suara) 38% dan body language 55% (Mehrabian, 1967). Ini pakem yang paling banyak dipakai hingga saat ini. 

Artinya apa? Walau verbal atau kata2 yang keluar dari bibir Anda adalah "Aduhhh, aku seneng banget deh hari ini " tapi intonasi suara Anda seperti orang ngga makan ngga tidur 4 hari......lalu  mengucapkannya pun (gesture) sambil selonjoran dikarpet dan garuk garuk kepala, maka menurut Mehrabian hanya TUJUH persen saja message/pesan bahwa Anda hepi itu tersampaikan.  Lawan bicara Anda pasti akan berpikir..."ihh, aneh bener...happy tapi koq gayanya kek gitu. Bohong kali ya".  - Padahal Anda bisa saja memang bener2 lagi hepi, tapi menyampaikannya saja yang salah.

Lalu, apa hubungannya dengan perceraian?

Jika Anda membaca jurnal2 penelitian soal penggunaan teknologi (digital) sebagai media utama berkomunikasi, maka Anda akan temukan bahwa hampir 70-80 persen komunikasi antar manusia <termasuk pasutri, ibu-anak, ayah-ibu, dll> sekarang ini menggunakan digital (social media, instant message, chat). Bahkan orang satu rumahpun, yang hanya dipisahkan dinding bata....bisa lho, kalau bicara pake BBM. Apalagi kalau beda lantai (ya kalee aja kan rumahnya 6 lantai). 

<BERSAMBUNG> *mo makan dolo, laparrrr.....

Recent Posts